(4) tentang pengarang

                               S. Jai, Penulis Novel TANHA.

S. JAI  Jebolan Sastra Indonesia saat bernaung pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga. Lahir pada Ahad Kliwon, 4 Pebruari 1973 di dekat kaki gunung Kelud.  Untuk keperluan birokrasi, ketika memasuki bangku SD, surat kenal lahir musti diubah 4 Pebruari 1972.  Bermula dari bermain drama di Bengkel Muda Surabaya dan terlibat penggarapan sejumlah lakon. Pernah mengikuti Pertemuan Teater Indonesia tahun 1993 di Surakarta.  Bergaul dengan sejumlah komunitas seni, Kelompok Seni Rupa Bermain (KSRB), Teater Puska, Teater Gapus Unair, Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP).  Di awal gerakan reformasi, tahun 1994 terlibat kegiatan Malam Seni Luar Biasa di Dewan Kesenian Surabaya memperingati 100 hari pembredelan Tempo, Editor, Detik bersama seniman dari Surabaya, Gresik, Blitar, Solo dan Yogyakarta. Tahun 1995 bersama KSRB membuat gerakan budaya dalam puisi, cerpen, teater, seni rupa dalam Kami di Depan Republik di STSI Denpasar, selaku kontributor gagasan Seni Rupa Peristiwa, tahun 1998 esainya termaktub dalam katalog Istighotsah Tanah Garam, penyerta ritual tanah di lokasi rencana pembangunan waduk Nipah di Sampang Madura. Pada 1999 selaku kontributor gagasan gerakan budaya Wayang Kentrung Tiji Tibeh kerjasama BMS dengan The Japan Foundation.  Selain esainya termaktub pada katalog, juga selaku sutradara bersama Saiful Hadjar, Harman Sumarta, Amir Kiah, dan dramawan Akhudiat.

Agustus 2004 mendirikan Komunitas Teater Keluarga—Kelompok Intelektual Asal Lingkungan Jalan Airlangga.  Inilah awal Komunitas Teater Keluarga menggagas teater monolog Alibi yang ditulis dan disutradarainya sendiri.  Alibi digagas dalam bentuk ”Gerakan Seni Budaya Mengelola Spirit Neo-Primitif: Sebuah Konsep Gagasan Teater Tutur”  pada November 2004 di Fakultas Sastra Universitas Airlangga.  Sejumlah nama yang turut memberi kontribusi Mashuri, F Aziz Manna, Indra Tjahjadi, Putera Manuaba, Zeus Anggara, Listiyono Santoso, Adi Setidjowati. Pada sepanjang 2008-2009 menggelar teater Racun Tembakau adaptasi dari On the Harmful Effects of Tobacco, Anton Chekov dengan gagasan “Estetika  Realisme – Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup” di sejumlah kota Surabaya, Malang dan Bangkalan.  Salah sebuah esai teaternya termaktub dalam Realitas Pengap diterbitkan oleh Blesi Press 2010. Dua buah naskah dramanya dikumpulkan Dewan Kesenian Jawa Timur bersama penulis lain di bawah Dewa Mabuk, 2010

Di lapangan sastra, menulis cerita pendek di pelbagai media. Novelnya Tanah Api diterbitkan LKiS Yogyakarta 2005.  Lalu novel Gurah, sebagian fragmennya dimuat bersambung di Surabaya Post pada tahun yang sama di bawah judul Tak Sempat Dikubur.  Kini sedang mempersiapkan penerbitan novel berikutnya, Tanha, Kekasih yang Terlupasebuah novel yang diilhami dari menggali spirit mitos Cerita Panji. Salah satu gagasan sastra pasca mitos termaktub dalam buku  Konservasi Budaya Panji diterbitkan Dewan Kesenian Jawa Timur, 2009.

Cerita pendeknya Rembulan Terperangkap Ranting Dahan, terpilih pemenang ketiga sayembara cerpen berdasar Cerita Panji yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur dan Dewan Kesenian Jombang, 2010. Cerpennya Rumah terpilih dalam 10 cerpen terbaik pilihan Festival Seni Surabaya 2010 dan dibukukan dalam Imajinasi Tentang Kota. 

Menulis pelbagai esai yang dipublikasikan di sejumlah media, baik esai budaya maupun kemasyarakatan. Sambil sesekali menggarap film dokumenter dan iklan-iklan layanan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehari-harinya ayah Raushan Damir, Khasyful Kanzan Makhfi dan Zahra Ulayya Mahjati ini bekerja selaku Head of Arts and Cultural Outreach, The Center for Religious and Community Studies (CRCS) Surabaya—sebuah lembaga pemberdayaan yang bergerak di bidang pendampingan, pendidikan alternatif dan penelitian masalah-masalah agama dan kemasyarakatan.

Kini tinggal di dekat pinggiran hutan jati Kecamatan Ngimbang, Lamongan Selatan.

KONTAK PERSON DAN NO REKENING: 081-335-682-158 / BCA KCP BABAT  5610178032  a.n SUJAI []