(2) sinopsis

TANHA, Kekasih yang Terlupa

SETELAH jatuh miskin,  jalan hidup Mak Kaji Idayu Kiyati berubah. Bahkan berputar arah.  Janda tua yang pernah menikah empat kali dan telanjur memenggal masa lalunya itu sadar telah ngugemi spirit hidup yang sempit. Sejarah hidupnya yang getir telah ia gunting usai pengembaraan dalam kesendiriannya.  Seorang putri satu-satunya, Lastri Srigati, tak tahu asal-usul darahnya, bapaknya. Akan tetapi ia mewarisi kemiskinan yang telah membelit, berakar bahkan hingga anak turunnya.  Ia dinikahkan paksa oleh Mak Kaji dengan Matjain, pria pemuja leluhur-leluhurnya karena masih keturunan Sunan Bonang dan mengaku punya hubungan khusus dengan trah raja Majapahit, Brawijaya VI.

BELAKANGAN Matjain jatuh cinta pada klenik.  Bersama dengan ketiga keturunannya, Ujub Kajat yang cacat, Maya Durghata Karini yang pemberontak, dan Dalla Ringgit yang tak bergairah, keluarga itu menempuh sebuah dinasti yang kosong karena tak mampu membangkitkan spirit hidup manusia di tengah zaman. Namun mereka harus menempuh jalan sejarah sendiri, menggempur mitos-mitos yang bersulur padanya, dan menanam mitos-mitos barunya. Bahkan harapan-harapannya di suatu masa depan, dicoba bangun kembali, berkat mengampu pada spirit Cerita Panji yang sanggup membebaskan diri dari belenggu ruang waktu.

BAGI Maya Durghata Karini, ahli Ilmu Jiwa dengan predikat suma cumlaude bukan suatu yang sulit. Asal punya kesanggupan dan nyali untuk mengambil satu jalan menuju alam cita di luar ruang dan waktu. Akan tetapi bagi yang lain, terkesan naif, kerdil dan tak manusiawi.  Semacam frustasi menjalani hidup. Lastri Srigati mati karena ngenes. Matjain menjadi hilang akal alias gila dan pergi berkelana tanpa tujuan.  Sementara Ujub Kajat mengebiri diri lantaran terlalu banyak membaca ajaran sufi tapi setengah-setengah—terakhir kali diketahui membaca Calcutta van Java, sebuah hikayat karangan Zahra Ulaiyya Tanha Mahjati. Selebihnya, Mak Kaji Idayu yang  tak juga mati, akhirnya mengulang pengembaraannya dan ia menemukan tempat barunya yang jahanam. Di situ Mak Kaji Idayu membangun Kerajaan Edan dan menyebarkan ayat-ayat atas nama dirinya sendiri.


INILAH referensi anarkhisme dari tokoh-tokoh novel ini. Sesat namun hidup. Bebas tetapi sulit dimaknai, meski bukan berarti kehilangan. Seorang individualis yang menawar pemberian Tuhan. Karena hanya dengan demikian ia bisa bercengkerama dengan dirinya juga dengan penguasa mitos dirinya. Mereka seolah hidup di suatu masa tanpa angka tahun.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s